Departemen Administrasi Pendidikan dan SMKN 6 Yogyakarta Rancang Model Deteksi Dini Kesiapan Kerja Murid SMK

Yogyakarta – SMK Negeri 6 Yogyakarta bekerja sama dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan data untuk mendukung pengembangan Model Deteksi Dini Kesiapan Kerja Siswa. Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas guru dan unsur sekolah terkait.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Agung Purwa Widiyan, Ph.D. dari Universitas Negeri Yogyakarta. Tim pengabdi terdiri atas Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd., Aris Suharyadi, M.Pd., Dr. Maya Novita Sari, M.Pd., dan Dr. Drs. Setya Raharja, M.Pd. Sementara itu, Mujari, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMK Negeri 6 Yogyakarta, berperan sebagai mitra dalam pelaksanaan dan pengembangan kegiatan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan berbagai data perkembangan siswa secara lebih terintegrasi. Sekolah pada dasarnya telah memiliki beragam data, mulai dari capaian akademik, kehadiran, hasil praktik, keterlibatan dalam Teaching Factory, hingga informasi mengenai karakter dan kesiapan kerja siswa. Namun, berbagai data tersebut perlu diolah dan dibaca secara bersama-sama agar dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan siswa.

Kepala SMK Negeri 6 Yogyakarta, Mujari, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan bersama tim pengabdi dari UNY. Menurutnya, pengembangan sistem berbasis data menjadi langkah penting bagi sekolah untuk semakin memahami perkembangan siswa secara lebih komprehensif.

“Sekolah memiliki banyak data tentang siswa. Tantangannya adalah bagaimana data tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya sebagai dokumen administrasi, tetapi juga sebagai dasar untuk memahami perkembangan siswa dan menentukan langkah pendampingan yang tepat,” ungkap Mujari.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi guru dan sekolah, khususnya dalam mengembangkan cara pandang terhadap penggunaan data. Data yang tersedia diharapkan tidak hanya digunakan untuk keperluan pelaporan, tetapi juga dapat membantu guru melihat perkembangan siswa secara berkelanjutan dan mengenali perubahan-perubahan yang membutuhkan perhatian lebih awal.

Sementara itu, mewakili tim pengabdi UNY, Dr. Drs. Setya Raharja, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui aktivitas interaktif yang melibatkan peserta secara langsung dalam membaca dan menganalisis data.

“Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menerima penjelasan tentang pentingnya data, tetapi juga mencoba membaca perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Kami ingin membangun pemahaman bahwa satu data tidak selalu cukup untuk menggambarkan kondisi siswa. Yang lebih penting adalah melihat pola dan perubahan yang terjadi,” jelas Setya Raharja.

Menurutnya, kesiapan kerja siswa merupakan proses yang berkembang dan tidak dapat diukur hanya berdasarkan capaian akademik. Oleh karena itu, model yang sedang dikembangkan memanfaatkan berbagai sumber informasi, seperti kehadiran, kompetensi praktik, keterlibatan dalam Teaching Factory, karakter kerja, kemampuan employability, serta kesiapan karier siswa.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti beberapa aktivitas, mulai dari identifikasi sumber data, simulasi pembacaan perkembangan siswa dari kelas X hingga kelas XII, penyusunan indikator, hingga simulasi sistem deteksi dini. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk membedakan antara data yang benar-benar menunjukkan perubahan dengan asumsi yang muncul dalam proses pengambilan keputusan.

Salah satu hasil kegiatan adalah tersusunnya empat kategori sinyal perkembangan siswa, yaitu Baik, Perlu Penguatan, Perlu Perhatian, dan Risiko Tinggi. Kategori tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan label kepada siswa, tetapi sebagai sinyal awal yang membantu guru menentukan kapan suatu kondisi perlu dilihat kembali dan diverifikasi.

Setelah sinyal teridentifikasi, guru diarahkan untuk melakukan verifikasi melalui observasi, komunikasi dengan siswa, diskusi dengan guru terkait, maupun sumber informasi lain yang relevan. Hasil verifikasi selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan atau intervensi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kegiatan ini juga menghasilkan rancangan awal Model Deteksi Dini Kesiapan Kerja Siswa dengan alur:

Data → Analisis Perkembangan → Identifikasi Pola → Sinyal → Verifikasi → Intervensi → Monitoring

Model tersebut dirancang untuk membantu sekolah menghubungkan berbagai data perkembangan siswa dengan proses pengambilan keputusan dan tindak lanjut. Ke depan, hasil pelatihan akan menjadi dasar bagi pengembangan sistem atau dashboard berbasis web yang dapat membantu sekolah membaca perkembangan siswa secara lebih terstruktur.

Melalui kolaborasi antara tim pengabdi Universitas Negeri Yogyakarta serta dukungan mitra SMK Negeri 6 Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis data di sekolah.

Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah sistem, pengembangan Model Deteksi Dini Kesiapan Kerja Siswa diarahkan untuk membantu guru mengenali perubahan perkembangan siswa secara lebih awal. Dengan demikian, dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan secara lebih tepat, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan SMK.