Informasi

DUKUNG DIGITALISASI LAYANAN, MAHASISWA PK UNY KEMBANGKAN WEBSITE KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA DISDIKPORA BANTUL

BANTUL, 25 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Muhammad Irbadh, mengembangkan inovasi digital berupa Website SIPORA (Sistem Informasi Kepemudaan dan Olahraga) di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul. Program yang berlangsung selama sepuluh minggu, sejak 20 Juli hingga 25 September 2026, ini dikembangkan di lingkungan Bidang Kepemudaan dan Olahraga (PORA) dengan sasaran masyarakat pengguna layanan publik serta staf internal bidang.

Pengembangan Website SIPORA diarahkan untuk mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus memperkuat pengelolaan informasi di Bidang PORA. Inovasi ini juga menjadi bagian dari penerapan kompetensi Manajemen Pendidikan dalam pengelolaan informasi, layanan, dan inovasi digital di lingkungan organisasi publik.

Program tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi informasi serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penyediaan informasi publik yang lebih terstruktur, transparan, dan efisien.

Website SIPORA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul
Website SIPORA dikembangkan sebagai media informasi publik dan pendukung pengelolaan informasi Bidang Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul.

Pengembangan SIPORA dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional di tengah tingginya beban kerja dan keterbatasan jumlah personel di Bidang PORA Disdikpora Bantul. Website dirancang untuk mengintegrasikan informasi dan layanan sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih mudah tanpa selalu bergantung pada komunikasi langsung dengan petugas.

Proses pengembangan menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Tahapan pengembangan meliputi analisis kebutuhan sistem, desain antarmuka, konstruksi dan pengkodean, pengujian fungsionalitas, hingga serah terima sistem.

Pengembangan dan tampilan Website SIPORA
Proses pengembangan dan perancangan antarmuka Website SIPORA untuk mendukung kebutuhan informasi dan layanan Bidang PORA.

Pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan ekosistem Google tanpa alokasi biaya pengembangan atau zero-cost development. Dalam proses pengkodean, mahasiswa juga memanfaatkan AI Gemini sebagai pembantu pengembangan sistem. Website SIPORA mengintegrasikan lima modul utama, yaitu Beranda, Berita, Layanan, Arsip Bidang, dan Login Admin.

Pengerjaan sistem dilakukan secara kolaboratif bersama rekan mahasiswa PK di Bidang Kepemudaan dan Olahraga. Proses tersebut juga melibatkan koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Bidang PORA, staf bidang, serta mahasiswa PK lainnya. Kolaborasi dilakukan untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan informasi dan layanan yang terdapat di lingkungan bidang.

Lima modul utama SIPORA: Beranda sebagai halaman utama informasi, Berita untuk publikasi kegiatan dan informasi kepemudaan dan olahraga, Layanan untuk informasi layanan publik, Arsip Bidang sebagai penyimpanan informasi internal, serta Login Admin untuk mendukung pengelolaan dan pembaruan konten oleh pengelola.

Hasil konkret kegiatan berupa Website SIPORA yang siap digunakan sebagai media informasi publik terpadu sekaligus basis pengetahuan internal instansi. Kehadiran sistem ini diharapkan dapat membantu menata penyebaran informasi program kepemudaan dan olahraga, mendukung efisiensi alur kerja administrasi, serta mengurangi ketergantungan terhadap penyampaian informasi secara lisan antarstaf.

Bagi masyarakat, kehadiran SIPORA memberikan alternatif akses informasi dan layanan secara daring. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai program, kegiatan, maupun layanan bidang dari rumah tanpa harus selalu datang langsung ke kantor dinas. Sementara bagi internal instansi, website dapat menjadi sarana untuk mengorganisasi dan memperbarui informasi secara lebih terstruktur.

Pengembangan sistem tersebut berkontribusi terhadap SDG 16 Target 16.6 dalam mendukung pengembangan kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan transparan. Inovasi ini juga berkaitan dengan SDG 9 Target 9.c melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi digital di tingkat daerah.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, hak kelola Website SIPORA telah diserahterimakan secara resmi kepada Bidang PORA Disdikpora Kabupaten Bantul. Mahasiswa PK bersama rekan sejawat juga menyusun dan menyerahkan buku panduan pengelolaan website yang dapat digunakan oleh staf dinas sebagai panduan teknis untuk melakukan pembaruan data, berita, dan informasi layanan secara mandiri.

Ke depan, Website SIPORA diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh instansi mitra sesuai dengan kebutuhan layanan. Pengembangan lebih lanjut dapat diarahkan, antara lain, pada peningkatan responsivitas tampilan pada perangkat seluler sehingga akses masyarakat terhadap informasi dan layanan dapat semakin optimal.

Dengan adanya sistem, hak kelola, dan panduan pengoperasian yang telah diserahterimakan, Website SIPORA diharapkan tidak berhenti sebagai luaran kegiatan Praktik Kependidikan, tetapi dapat menjadi bagian dari pengelolaan informasi dan layanan digital Bidang Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul secara berkelanjutan.

Ditulis oleh Muhammad Irbadh, Mahasiswa Praktik Kependidikan, Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Mahasiswa PK Dorong Kemudahan Layanan Pengajuan PTK Baru melalui QR Code

BANTUL, 25 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan digitalisasi akses informasi dan formulir pengajuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) baru melalui QR Code di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, khususnya Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Program ini dilaksanakan sebagai upaya mempermudah satuan pendidikan memperoleh informasi mengenai prosedur dan persyaratan pengajuan PTK baru secara lebih praktis.

Kegiatan yang dilaksanakan selama program Praktik Kependidikan tersebut menyasar satuan pendidikan yang akan mengajukan penambahan data PTK baru. Pemanfaatan teknologi digital dalam penyediaan informasi diharapkan dapat membantu sekolah memperoleh informasi yang dibutuhkan sebelum mengajukan dokumen kepada Bidang PTK.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Pemanfaatan QR Code menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, kemudahan akses informasi, dan efektivitas pelayanan administrasi bagi satuan pendidikan.

Digitalisasi informasi pengajuan PTK baru melalui QR Code
Digitalisasi akses informasi dan formulir pengajuan PTK baru melalui QR Code.

Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi informasi dan dokumen yang diperlukan dalam proses pengajuan PTK baru. Informasi tersebut kemudian disusun menjadi infografis yang memuat alur pengajuan, persyaratan dokumen, serta formulir yang perlu dipersiapkan oleh satuan pendidikan.

Setelah informasi disusun, mahasiswa menghubungkan materi dan formulir tersebut dengan QR Code sehingga dapat diakses secara digital. QR Code kemudian ditempatkan pada media informasi yang dapat digunakan oleh pihak sekolah ketika membutuhkan informasi mengenai pengajuan PTK baru.
 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK melakukan koordinasi dengan pegawai Bidang PTK Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul. Koordinasi dilakukan untuk memastikan informasi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan pelayanan serta prosedur pengajuan yang berlaku.

Akses lebih praktis: QR Code menghubungkan satuan pendidikan dengan informasi prosedur, persyaratan, dan formulir pengajuan PTK baru sehingga informasi dapat diperoleh sebelum pihak sekolah mengajukan dokumen.

Hasil kegiatan berupa media akses informasi digital berbasis QR Code yang dapat membantu satuan pendidikan memperoleh informasi dan formulir pengajuan PTK baru dengan lebih praktis. Dengan adanya akses informasi tersebut, pihak sekolah tidak sepenuhnya bergantung pada penyampaian informasi secara langsung ketika membutuhkan penjelasan mengenai layanan.

Informasi dan persyaratan yang dapat diakses terlebih dahulu juga memungkinkan satuan pendidikan mempersiapkan dokumen pengajuan secara lebih lengkap dan sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian, digitalisasi informasi tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pelayanan administrasi pendidikan.

Pemanfaatan QR Code dalam kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan administrasi sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pendidikan. Akses informasi yang lebih praktis dapat membantu satuan pendidikan mengetahui kebutuhan dokumen dan tahapan pengajuan sebelum melakukan proses administrasi.

Program tersebut turut mendukung SDG 16 melalui penguatan akses publik terhadap informasi dan pelayanan kelembagaan yang lebih mudah dijangkau. Sementara itu, dukungannya terhadap SDG 4 diwujudkan melalui penguatan layanan administrasi pendidikan yang membantu satuan pendidikan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan PTK.

Ke depan, media informasi berbasis QR Code ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan diperbarui secara berkala sesuai dengan perubahan prosedur maupun persyaratan pengajuan PTK baru. Pengembangan akses informasi digital juga diharapkan dapat terus mendukung pelayanan administrasi yang lebih mudah, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Dengan demikian, digitalisasi akses informasi melalui QR Code tidak hanya menjadi luaran kegiatan Praktik Kependidikan, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai salah satu media pendukung pelayanan informasi Bidang PTK kepada satuan pendidikan di Kabupaten Bantul.

Ditulis oleh Latifah Hikmawati (23010130021), Mahasiswa Praktik Kependidikan, Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

MAHASISWA PK UNY SUSUN BUKU PANDUAN LAYANAN MASYARAKAT UNTUK MENDUKUNG AKSES INFORMASI BIDANG PAUD DAN PNF

BANTUL, 25 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan Buku Panduan Layanan Masyarakat Bidang PAUD dan PNF di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul. Program yang dilaksanakan selama 20 Juli–25 September 2026 ini dikembangkan sebagai media informasi yang sistematis untuk membantu masyarakat dan lembaga penyelenggara bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) memperoleh informasi layanan secara lebih mudah dan jelas.

Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mahasiswa menerapkan kompetensi Manajemen Pendidikan dalam pengelolaan informasi dan pelayanan kelembagaan. Pengembangan buku panduan juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan akses masyarakat terhadap informasi serta dukungan terhadap pelayanan kelembagaan yang efektif dan transparan.

Buku Panduan Layanan Masyarakat Bidang PAUD dan PNF
Buku Panduan Layanan Masyarakat Bidang PAUD dan PNF sebagai media pendukung penyampaian informasi layanan.

Pembuatan buku panduan diawali dengan identifikasi masalah yang dilakukan mahasiswa PK di Bidang PAUD dan PNF. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, mahasiswa merumuskan program kerja yang dinilai sesuai dengan kebutuhan layanan, kemudian melakukan koordinasi untuk memperoleh persetujuan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Kepala Bidang PAUD dan PNF.

Setelah program disetujui, mahasiswa melakukan identifikasi terhadap kebutuhan informasi dan jenis layanan yang tersedia di Bidang PAUD dan PNF. Pengumpulan informasi dilakukan melalui koordinasi dan konsultasi dengan pegawai bidang terkait untuk memastikan informasi yang dicantumkan sesuai dengan pelaksanaan layanan di lapangan.

Informasi yang dihimpun mencakup persyaratan, alur layanan, prosedur, waktu pelayanan, jangka waktu penyelesaian, kontak layanan, serta QR Code untuk mengakses template dokumen dan informasi pendukung lainnya. Seluruh informasi kemudian disusun secara sistematis ke dalam buku panduan agar dapat digunakan sebagai rujukan oleh masyarakat maupun lembaga penyelenggara layanan.

Buku panduan memuat sejumlah layanan yang tersedia di Bidang PAUD dan PNF. Layanan tersebut antara lain pendirian lembaga baru, perpanjangan izin pendirian, perubahan izin pendirian, pembaruan izin pendirian, penutupan lembaga, pengajuan NPSN baru, surat keterangan pengganti izin pendirian, pengesahan dokumen kurikulum, legalisir ijazah, serta konsultasi.

Penyusunan panduan dilatarbelakangi oleh kebutuhan terhadap media informasi yang dapat menjadi rujukan masyarakat sebelum mengajukan layanan. Pemohon perlu mengetahui persyaratan, prosedur, dan berbagai dokumen yang harus dipersiapkan sesuai dengan jenis layanan yang dibutuhkan. Melalui panduan tersebut, informasi dapat disampaikan secara lebih terstruktur sehingga masyarakat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai proses pelayanan.

Media layanan dalam dua bentuk: Buku Panduan Layanan Masyarakat Bidang PAUD dan PNF dikembangkan dalam bentuk cetak dan digital sehingga informasi dapat digunakan sebagai rujukan pelayanan sekaligus diakses secara lebih fleksibel oleh masyarakat.

Selain membantu masyarakat, buku panduan juga dapat menjadi media pendukung bagi pegawai dalam memberikan informasi kepada pemohon. Keberadaan panduan memungkinkan informasi layanan disampaikan dengan struktur yang lebih seragam sehingga dapat membantu memperjelas informasi yang diperlukan oleh masyarakat dalam proses pengajuan layanan.

Hasil kegiatan berupa Buku Panduan Layanan Masyarakat Bidang PAUD dan PNF yang dapat digunakan sebagai salah satu media informasi pendukung pelayanan di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul. Panduan tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami informasi layanan dengan lebih mudah sekaligus mendukung penyampaian informasi yang lebih terstruktur di lingkungan lembaga.

Program ini berkontribusi terhadap SDG 16, terutama Target 16.6 mengenai pengembangan lembaga yang efektif, akuntabel, dan transparan serta Target 16.10 mengenai akses publik terhadap informasi. Penyediaan informasi layanan melalui panduan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap komunikasi publik yang lebih terbuka dan mudah diakses.

Ke depan, Buku Panduan Layanan Masyarakat Bidang PAUD dan PNF diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pendukung pelayanan. Informasi di dalam buku dapat diperbarui apabila terdapat perubahan persyaratan, prosedur, jenis layanan, maupun ketentuan lainnya.

Dengan demikian, hasil program kerja mahasiswa PK tidak berhenti sebagai luaran kegiatan Praktik Kependidikan, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya penyampaian informasi layanan kepada masyarakat secara sistematis, jelas, dan berkelanjutan.

Ditulis oleh Herlin Dwishafa RP (23010130020), Mahasiswa Praktik Kependidikan, Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Tingkatkan Akses Informasi Layanan Pendidikan, Mahasiswa FIP UNY Kembangkan Baldik Posts untuk Manajemen Media Sosial Baldik Bantul

YOGYAKARTA/BANTUL, 25 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan Baldik Posts, sebuah program penguatan manajemen media sosial di Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul. Program ini dilaksanakan selama Praktik Kependidikan (PK) pada 20 Juli–25 September 2026 sebagai upaya mendukung pengelolaan media sosial lembaga agar lebih terencana dalam menyampaikan informasi layanan pendidikan kepada masyarakat.

Pengembangan Baldik Posts menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi Manajemen Pendidikan dalam pengelolaan informasi, komunikasi kelembagaan, dan inovasi digital. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Baldik Posts dikembangkan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan pengelolaan media sosial, pemetaan informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat, penyusunan strategi konten, hingga pengembangan perangkat perencanaan media sosial. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menghasilkan perangkat yang tidak hanya mendukung pembuatan konten, tetapi juga membantu lembaga mengelola proses komunikasi digital secara lebih sistematis.

Luaran utama program ini terdiri atas dua bagian, yaitu Baldik Posts Plan dan Baldik Posts Create. Baldik Posts Plan berupa template Spreadsheet yang digunakan untuk merencanakan konten Instagram. Di dalamnya terdapat content pillar, content calendar, ide konten, caption, target, timeline, hingga monitoring pelaksanaan konten. Perangkat tersebut dilengkapi dengan Buku Panduan yang membantu pengguna memahami tahapan dan cara pengisian setiap bagian.

Baldik Posts Plan dan Baldik Posts Create
Baldik Posts Plan dan Baldik Posts Create sebagai perangkat perencanaan dan pengembangan konten media sosial.

Sementara itu, Baldik Posts Create dikembangkan melalui berbagai template konten menggunakan Canva. Template tersebut menjadi perangkat pendukung dalam menghasilkan desain informasi yang lebih konsisten dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi lembaga.

Sebagai uji coba, mahasiswa menggunakan Baldik Posts Plan dan Baldik Posts Create untuk menyusun informasi layanan pendidikan, salah satunya mengenai penerbitan ijazah pengganti dan surat keterangan pengganti ijazah. Proses pengembangan informasi dilakukan melalui koordinasi dengan pihak Baldik Bantul, mulai dari pengumpulan informasi, penyusunan materi, pengembangan desain, hingga evaluasi terhadap hasil yang telah dibuat.

Evaluasi program: Baldik Posts diuji melalui survei kepada dua pengguna di Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul. Evaluasi mencakup kemudahan penggunaan, struktur dan perencanaan konten, pengaturan jadwal, kemudahan pengeditan, kecepatan pengelolaan, konsistensi visual, relevansi isi, efektivitas, kebermanfaatan, serta keberlanjutan penggunaan.

Hasil evaluasi menunjukkan respons positif dari kedua responden terhadap penggunaan Baldik Posts, terutama dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan konten media sosial secara lebih terstruktur. Hasil tersebut memberikan gambaran awal mengenai kebermanfaatan perangkat yang dikembangkan sebagai pendukung manajemen media sosial di lingkungan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul.

Bagi lembaga, perangkat yang dikembangkan dapat menjadi acuan dalam merencanakan, mengorganisasi, dan mengevaluasi konten secara lebih sistematis. Penggunaan perangkat perencanaan dan pengembangan konten juga diharapkan membantu menjaga konsistensi komunikasi digital sekaligus memudahkan pengelolaan informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat

Pengembangan Baldik Posts turut memperkuat kontribusi program terhadap SDG 9 melalui inovasi digital dalam pengelolaan komunikasi kelembagaan. Pada saat yang sama, program ini mendukung SDG 4 melalui penguatan akses masyarakat terhadap informasi pendidikan serta SDG 16 melalui pengembangan komunikasi publik yang lebih terbuka, terencana, dan responsif.

Ke depan, Baldik Posts diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul sebagai acuan dalam mengelola media sosial secara konsisten dan berkelanjutan. Buku Panduan Manajemen Sosial Media, content plan, dan content bank yang telah dikembangkan diharapkan tidak berhenti sebagai luaran kegiatan PK, tetapi dapat menjadi bagian dari pengelolaan komunikasi digital lembaga.

Dengan keberlanjutan pemanfaatan tersebut, media sosial Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul diharapkan dapat berkembang sebagai kanal informasi publik yang informatif, terencana, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ditulis oleh Mahasiswa Praktik Kependidikan, Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Mahasiswi UNY Kembangkan SIPORA, Sistem Informasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul

BANTUL, 25 September 2026 — Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan inovasi digital melalui pengembangan SIPORA (Sistem Informasi Pemuda dan Olahraga) sebagai upaya mendukung peningkatan pelayanan informasi publik pada Bidang Pemuda dan Olahraga (PORA) Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul.

SIPORA Sistem Informasi Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul
SIPORA dikembangkan sebagai sistem informasi berbasis web untuk mendukung pelayanan informasi publik Bidang Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul.

Sistem informasi berbasis web tersebut dikembangkan berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan selama pelaksanaan Praktik Kerja. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan pihak Bidang PORA, ditemukan bahwa beberapa layanan masih membutuhkan media informasi yang lebih terintegrasi agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor.

Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah pelayanan peminjaman fasilitas olahraga, khususnya penggunaan Stadion Sultan Agung (SSA) dan Stadion Dwi Windu (SDW). Sebelumnya, proses tersebut masih memerlukan pengecekan jadwal, prosedur, persyaratan, dan tarif secara langsung melalui petugas.

SIPORA dirancang untuk mengintegrasikan informasi dan layanan Bidang PORA dalam satu sistem digital sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai fasilitas, jadwal, persyaratan, tarif, serta prosedur pelayanan secara lebih mudah.

Melalui SIPORA, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi dan layanan Bidang PORA dalam satu sistem digital. Sistem ini menyediakan informasi mengenai fasilitas olahraga, jadwal penggunaan stadion, daftar venue, tarif penggunaan, persyaratan peminjaman, serta dasar hukum yang mengatur penggunaan fasilitas olahraga.

SIPORA juga dilengkapi dengan layanan pengajuan peminjaman fasilitas olahraga secara daring. Dengan fitur tersebut, masyarakat dapat melakukan permohonan tanpa harus datang langsung ke kantor pada tahap awal pelayanan.

Data pengajuan yang masuk akan tersimpan secara otomatis dan dapat dikelola melalui halaman administrator oleh pengelola Bidang PORA. Melalui halaman tersebut, staf dapat melakukan pemantauan serta pembaruan status pengajuan, mulai dari menunggu, diterima, hingga selesai.

Apabila pengajuan telah disetujui, pemohon akan memperoleh informasi lanjutan melalui WhatsApp dan dapat datang ke kantor untuk mengambil surat rekomendasi serta memperoleh arahan pelayanan berikutnya.

Selain layanan peminjaman fasilitas olahraga, SIPORA menyediakan informasi terkait layanan legalisir sertifikat prestasi, perbaikan sertifikat, serta pergantian sertifikat akibat kehilangan maupun kerusakan. Informasi mengenai alur pelayanan dan persyaratan disajikan dalam sistem agar masyarakat dapat mempersiapkan dokumen yang diperlukan sebelum melakukan pengajuan.

SIPORA juga dilengkapi dengan halaman pengaduan masyarakat sebagai media penyampaian laporan, keluhan, saran, maupun masukan terkait pelayanan dan fasilitas olahraga. Fitur tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada pengelola layanan.

Dalam pengembangannya, mahasiswi UNY melakukan kolaborasi bersama rekan mahasiswa Praktik Kerja dalam membangun sistem informasi SIPORA. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan layanan informasi, pengelolaan data, pengembangan fitur pelayanan, serta penyajian informasi publik seperti berita kegiatan, daftar kejuaraan, prestasi olahraga, dan arsip kegiatan.

Sistem ini juga dilengkapi dengan halaman administrator untuk mendukung pengelolaan informasi, termasuk pembaruan data serta pengelolaan arsip dengan pembagian akses antara informasi publik dan arsip internal yang hanya dapat diakses oleh administrator.

Ruang lingkup SIPORA: informasi fasilitas olahraga, jadwal dan venue, tarif penggunaan, pengajuan peminjaman fasilitas secara daring, layanan sertifikat prestasi, pengaduan masyarakat, berita kegiatan, daftar kejuaraan, prestasi olahraga, serta pengelolaan arsip melalui halaman administrator.

Kehadiran SIPORA diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi layanan olahraga sekaligus membantu Bidang Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pelayanan berbasis digital.

Pengembangan sistem ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswi UNY dalam menerapkan kompetensi teknologi informasi untuk menjawab kebutuhan instansi pemerintah daerah. Proses pengembangan juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam mengidentifikasi kebutuhan pengguna, mengembangkan fitur layanan, mengelola data, serta menyajikan informasi publik melalui platform digital.

Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam mendukung penguatan tata kelola pelayanan publik yang efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam SIPORA juga mendukung SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan inovasi digital dalam pelayanan pemerintahan.

Keberlanjutan SIPORA diharapkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh Bidang Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul sebagai salah satu media pelayanan informasi digital. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan selama kegiatan Praktik Kerja dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi instansi dalam pengelolaan layanan sekaligus bagi masyarakat dalam memperoleh informasi secara lebih mudah.

Ditulis oleh Anisa Fiza Sabila, Universitas Negeri Yogyakarta.