Informasi

Memudahkan Layanan Publik, Mahasiswa FIP UNY Hadirkan Infografis Legalisir Ijazah Sekolah Tutup di Dikpora DIY

YOGYAKARTA — Upaya meningkatkan kualitas layanan publik dan transparansi informasi terus dilakukan melalui berbagai inovasi sederhana yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya dilakukan Marissa Adellia, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melalui pengembangan media visualisasi alur pelayanan publik di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DIKPORA) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Inovasi tersebut berupa infografis interaktif mengenai alur dan persyaratan legalisir atau pengesahan fotokopi ijazah, khususnya bagi alumni dari sekolah yang sudah tidak aktif atau telah ditutup. Media ini dikembangkan untuk membantu masyarakat memahami tahapan pelayanan dan dokumen yang perlu disiapkan sebelum mengajukan permohonan.

Selama ini, informasi mengenai layanan tersebut masih berpotensi menimbulkan kebingungan bagi masyarakat, terutama terkait alur pelayanan dan kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi. Kondisi tersebut mendorong Marissa untuk menghadirkan media informasi yang lebih ringkas, visual, dan mudah dipahami di lingkungan Bidang Pembinaan SMA DIKPORA DIY.

Dilengkapi QR Code untuk Memudahkan Akses Dokumen

Tidak hanya menyajikan alur pelayanan, infografis tersebut juga dilengkapi dengan QR code yang terintegrasi dengan dokumen persyaratan dalam Google Drive. Pemohon dapat memindai QR code menggunakan telepon seluler untuk mengakses dan mengunduh format dokumen yang diperlukan.

Integrasi antara media cetak dan dokumen digital tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pemohon tidak hanya memperoleh informasi mengenai tahapan pelayanan, tetapi juga dapat langsung mengakses dokumen yang dibutuhkan tanpa harus mencari informasi secara terpisah.

Infografis kemudian dicetak dalam bentuk hardfile dan ditempatkan di area pelayanan ruang Bidang Pembinaan SMA DIKPORA Provinsi DIY. Kehadiran media tersebut melengkapi informasi fisik yang tersedia di lokasi pelayanan sekaligus memberikan panduan visual bagi masyarakat yang datang secara langsung.

Mendukung Transparansi Layanan Publik

Pengembangan media informasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Manajemen Pendidikan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 16, khususnya terkait penguatan kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan inklusif.

Melalui penyediaan informasi yang terstruktur dan mudah diakses, masyarakat diharapkan dapat memahami prosedur serta mempersiapkan dokumen secara mandiri sebelum datang ke kantor dinas. Dengan demikian, media informasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan transparan.

Apresiasi atas Dukungan Pelaksanaan PK

Atas terselesaikannya inovasi tersebut, Marissa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tukiman, S.Pd., M.T., selaku Kepala Bidang Pembinaan SMA, beserta seluruh pegawai di lingkungan Bidang Pembinaan SMA DIKPORA DIY.

 

Apresiasi juga disampaikan kepada Alfa Endrapuri, S.Psi., selaku Pembimbing Lokasi PK, serta Tampi Prehadini, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PK, atas bimbingan, arahan, dan dukungan selama pelaksanaan Praktik Kependidikan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di lingkungan instansi pemerintahan, tetapi juga berkesempatan menerapkan kompetensi Manajemen Pendidikan dalam mengidentifikasi kebutuhan layanan, mengembangkan media informasi, dan menghadirkan solusi yang berorientasi pada kemudahan akses masyarakat.

Mahasiswa Manajemen Pendidikan Sederhanakan Prosedur Mutasi Siswa SMA di DISDIKPORA DIY

Yogyakarta — Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berkontribusi dalam meningkatkan akses informasi layanan pendidikan melalui program Praktik Kependidikan (PK) di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DISDIKPORA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu program yang dikembangkan adalah “Penyederhanaan dan Visualisasi Prosedur Mutasi/Perpindahan Siswa Jenjang SMA”.

Program yang dilaksanakan selama masa Praktik Kependidikan, mulai 21 Juli hingga 25 September 2026, menyasar orang tua siswa, masyarakat, serta sekolah jenjang SMA yang membutuhkan informasi mengenai layanan mutasi siswa. Program tersebut dikembangkan setelah mahasiswa melakukan koordinasi dengan Bidang Pembinaan SMA DISDIKPORA DIY dan menemukan bahwa alur serta persyaratan mutasi siswa masih cukup sulit dipahami masyarakat karena informasi prosedurnya tersaji dalam bentuk narasi yang relatif panjang.

Melalui program ini, mahasiswa Manajemen Pendidikan berupaya mengubah informasi prosedural menjadi sajian visual yang lebih ringkas, sistematis, dan komunikatif. Prosesnya dimulai dengan mengumpulkan informasi mengenai alur, persyaratan, dan mekanisme mutasi melalui diskusi bersama staf Bidang Pembinaan SMA DISDIKPORA DIY. Informasi tersebut kemudian diolah menjadi dua media, yaitu flipbook digital dan infografis cetak.

Kehadiran kedua media tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami tahapan dan persyaratan mutasi siswa tanpa harus membaca dokumen prosedural yang panjang. Di sisi lain, media informasi tersebut juga dapat membantu mendukung efisiensi pelayanan karena masyarakat telah memperoleh gambaran awal mengenai prosedur yang perlu ditempuh.

Inisiatif mahasiswa Manajemen Pendidikan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan akses terhadap informasi layanan pendidikan yang lebih mudah dipahami dan dijangkau masyarakat.

Ke depan, media yang telah dikembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui oleh Bidang Pembinaan SMA DISDIKPORA DIY sesuai dengan perkembangan ketentuan layanan. Model penyederhanaan informasi ini juga berpotensi diterapkan pada berbagai layanan pendidikan lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kemudahan akses informasi publik di bidang pendidikan.

Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Arsip, Mahasiswa PK Manajemen Pendidikan Tata SPJ Fisik dan Digital di Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY

YOGYAKARTA – Pengelolaan arsip yang tertata menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran administrasi organisasi. Hal tersebut menjadi perhatian Novia Dewi Safitri, mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melalui program kerja pengelolaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) selama melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY).

Kegiatan yang berlangsung pada 20 Juli hingga 25 September 2026 tersebut berfokus pada penataan dan pengarsipan dokumen SPJ, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan Manajemen Pendidikan, khususnya dalam pengelolaan administrasi dan informasi organisasi. Selain itu, kegiatan tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-16, khususnya Target 16.6 yang menekankan pentingnya pengembangan kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan transparan.

Menata Arsip dari Dokumen Fisik hingga Digital

Program kerja diawali dengan mengidentifikasi kondisi arsip SPJ yang sebelumnya tersimpan dalam sejumlah map secara terpisah. Proses penataan dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu minggu dengan berkoordinasi bersama staf Bidang Pembinaan SMK.

Data SPJ terlebih dahulu difilter berdasarkan Buku Kas Umum (BKU) untuk mengidentifikasi dokumen yang berkaitan dengan Bidang Pembinaan SMK. Data kemudian diurutkan berdasarkan tanggal, direkap menggunakan Microsoft Excel, dan dicocokkan dengan dokumen fisik untuk memastikan kesesuaiannya.

Setelah proses verifikasi selesai, dokumen diberi nomor dan disusun secara kronologis berdasarkan periode bulan. Dokumen selanjutnya dilubangi dan ditempatkan dalam binder atau ordner sesuai periode pengarsipan. Penataan tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan map secara berlebihan sekaligus memanfaatkan ruang penyimpanan secara lebih efisien.

Tidak hanya arsip fisik, pengelolaan juga dilakukan terhadap dokumen digital. Tanda bukti pembayaran SPJ dipindai dan disimpan dalam Google Drive dengan struktur folder berdasarkan tahun dan bulan. Untuk memudahkan pencarian, setiap berkas diberi nama secara sistematis dengan mencantumkan nomor SPJ, tanggal, uraian, kode rekening, dan nominal.

Melalui rangkaian proses tersebut, arsip SPJ periode Januari hingga Agustus 2026 berhasil ditata dan diorganisasikan dalam bentuk fisik maupun digital.

Arsip Lebih Terstruktur, Akses Dokumen Lebih Mudah

Hasil kegiatan menunjukkan adanya penataan arsip SPJ yang lebih terstruktur. Penggunaan ordner membantu mengurangi jumlah map yang diperlukan untuk penyimpanan dokumen sekaligus membuat ruang penyimpanan menjadi lebih tertata. Map yang masih layak juga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pengarsipan dokumen berikutnya.

Sementara itu, pengarsipan digital memberikan alternatif akses terhadap dokumen tanpa harus selalu melakukan pencarian pada arsip fisik. Struktur penyimpanan berdasarkan tahun dan bulan serta penamaan file yang sistematis diharapkan dapat membantu staf menemukan dokumen yang dibutuhkan dengan lebih mudah.

Hasil program kerja tersebut kemudian dipresentasikan pada 15 September 2026 di hadapan Kepala Bidang dan staf Bidang Pembinaan SMK. Presentasi dilanjutkan dengan evaluasi melalui survei untuk memperoleh tanggapan terhadap pelaksanaan program.

Berdasarkan hasil evaluasi, program dinilai memberikan manfaat dalam mendukung kerapian arsip, efisiensi penyimpanan, serta kemudahan akses terhadap dokumen. Capaian tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan keilmuan Manajemen Pendidikan dalam pengelolaan administrasi dan informasi organisasi.

Mendukung Administrasi Kelembagaan yang Lebih Efektif

Keberadaan arsip yang tertata, baik secara fisik maupun digital, diharapkan dapat mendukung kelancaran administrasi Bidang Pembinaan SMK. Program ini juga diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas penyimpanan yang tersedia.

Dari perspektif kelembagaan, pengelolaan dokumen yang sistematis dapat membantu menjaga keteraturan dokumentasi dan memudahkan proses penelusuran informasi ketika dokumen diperlukan. Hal tersebut sejalan dengan semangat SDGs ke-16 dalam mendorong kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan transparan melalui pengelolaan informasi dan dokumentasi yang lebih baik.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata untuk menerapkan konsep Manajemen Pendidikan dalam konteks pengelolaan administrasi dan arsip pada instansi pemerintahan. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan untuk memahami bahwa pengelolaan arsip bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi juga bagian dari pengelolaan informasi yang mendukung efektivitas organisasi.

Novia Dewi Safitri menyampaikan terima kasih kepada Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK, seluruh staf Bidang Pembinaan SMK, Alfa Endrapuri, S.Psi., selaku pembimbing lokasi PK, serta Tampi Prehadini, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan PK atas arahan, pendampingan, dan dukungan selama pelaksanaan kegiatan.

Penulis: Novia Dewi Safitri

PEMBUATAN GOOGLE FORM UNTUK PENDATAAN PROFIL DAN PEMETAAN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PTK SMK DI DISDIKPORA DIY


Praktik Kependidikan

Mahasiswa Manajemen Pendidikan Kembangkan Google Form untuk Pemetaan Kebutuhan Kompetensi PTK SMK

Digitalisasi pendataan mendukung pengelolaan profil dan pemetaan kebutuhan pengembangan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Dalam rangka mendukung pengelolaan data pendidikan yang lebih sistematis dan berbasis digital, Sahitya Utami Nur Raidah, mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY). Salah satu program yang dilaksanakan adalah pengembangan Google Form untuk pendataan profil dan pemetaan kebutuhan pengembangan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMK.

Pelaksanaan Praktik Kependidikan mahasiswa Manajemen Pendidikan di Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY
Pelaksanaan Praktik Kependidikan mahasiswa Manajemen Pendidikan di Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY.

Kegiatan yang berlangsung pada 20 Juli hingga 15 September 2026 ini dirancang untuk membantu Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY dalam menghimpun data PTK secara lebih terstruktur dan terdigitalisasi. Data yang dikumpulkan mencakup sejumlah informasi penting, antara lain identitas PTK, status kepegawaian, serta riwayat dan kebutuhan pengembangan kompetensi.

Ketersediaan data tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam mendukung perencanaan program pengembangan kompetensi PTK SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta.


“Digitalisasi pendataan diharapkan dapat membantu proses penghimpunan, pengelolaan, dan penyajian informasi PTK secara lebih terstruktur untuk mendukung perencanaan pengembangan kompetensi.”

Dari Identifikasi Kebutuhan hingga Pengolahan Data

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama Kepala Bidang Pembinaan SMK untuk mengidentifikasi jenis dan kebutuhan data yang diperlukan. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, instrumen pendataan kemudian dirancang menggunakan platform Google Form dan diintegrasikan dengan Google Sheets sebagai basis pengelolaan data.

Sebelum digunakan secara luas, instrumen terlebih dahulu melalui tahap uji coba dan verifikasi untuk memastikan kesesuaian informasi yang dihimpun dengan kebutuhan Bidang Pembinaan SMK.

Instrumen pendataan PTK berbasis Google Form
Pengembangan instrumen pendataan profil dan kebutuhan pengembangan kompetensi PTK.

Setelah instrumen dinyatakan sesuai, tautan Google Form disebarluaskan kepada sekolah melalui grup komunikasi WhatsApp untuk kemudian diisi oleh PTK yang bersangkutan. Data yang masuk selanjutnya direkapitulasi dan ditata dalam basis data digital.

Tahap berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data untuk memperoleh gambaran mengenai profil serta kebutuhan pengembangan kompetensi PTK SMK. Hasil pengolahan tersebut kemudian disajikan dalam bentuk infografis agar informasi dapat dipahami dan dimanfaatkan dengan lebih mudah.

Hasil pemetaan kebutuhan pengembangan kompetensi guru SMK
Hasil pengolahan data pemetaan kebutuhan pengembangan kompetensi guru.

Mendukung Pengelolaan PTK Berbasis Data

Program ini menghasilkan instrumen pendataan digital beserta basis data PTK yang dapat membantu proses penghimpunan, pengelolaan, dan pemutakhiran informasi secara lebih efisien dibandingkan dengan pengelolaan data secara manual. Digitalisasi pendataan juga memberikan kemudahan dalam proses rekapitulasi, pencarian informasi, serta penyajian data yang dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan PTK.

Selain menghasilkan produk berupa Google Form, basis data, dan infografis, kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep manajemen pendidikan, khususnya dalam bidang pengelolaan data dan perencanaan pengembangan sumber daya manusia pendidikan.

Hasil pengolahan data profil Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK
Visualisasi hasil pengolahan data profil Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK.

Dari sisi kelembagaan, data yang telah dihimpun diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Bidang Pembinaan SMK sebagai salah satu bahan pendukung dalam pemetaan kebutuhan dan perencanaan pengembangan kompetensi PTK.


KONTRIBUSI SDGs
SDGs 4 — Pendidikan Bermutu

Pengembangan sistem pendataan mendukung pengelolaan informasi pendidikan yang dapat menunjang perencanaan pengembangan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan.

Pengembangan sistem pendataan tersebut sejalan dengan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Bermutu, khususnya melalui dukungan terhadap pengelolaan informasi pendidikan yang dapat menunjang perencanaan pengembangan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan.

Dengan tersedianya informasi yang lebih terstruktur, proses perencanaan program pengembangan PTK dapat didukung oleh data yang lebih relevan dan terdokumentasi.

Kolaborasi dalam Pelaksanaan Program

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa memperoleh dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY, beserta seluruh staf Bidang Pembinaan SMK; Ibu Alfa Endrapuri, S.Psi., selaku pembimbing di Disdikpora DIY; serta Ibu Tampi Prehadini, M.Pd., selaku dosen pembimbing lapangan.

Dukungan dan pendampingan yang diberikan turut membantu mahasiswa dalam melaksanakan program mulai dari tahap perencanaan, pengembangan instrumen, pelaksanaan pendataan, pengolahan data, hingga evaluasi hasil kegiatan.

Kontributor: Sahitya Utami Nur Raidah
Program Studi S-1 Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Dukung Program Kerja Bakti Wali Kota Yogyakarta (SDGs 11 Kota Berkelanjutan), Mahasiswa PK Berkolaborasi Bersihkan Trotoar dan Pilah Sampah

YOGYAKARTA — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) berpartisipasi aktif dalam aksi pembersihan lingkungan yang dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja bakti massal yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta serta mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Kegiatan kerja bakti dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi, mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. Para mahasiswa PK ditempatkan di sejumlah ruas jalan protokol dan trotoar di Kota Yogyakarta sesuai pembagian regu. Keterlibatan tersebut bertujuan membantu menjaga kebersihan fasilitas publik sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap lingkungan.

Kegiatan diawali dengan pengarahan di titik kumpul utama. Selanjutnya, mahasiswa PK bersama unsur Pemerintah Kota Yogyakarta dan dinas terkait, antara lain Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bergerak menuju area yang telah ditentukan. Para peserta membersihkan trotoar dan bahu jalan dengan menyapu dedaunan serta mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang area kegiatan.

Selain membersihkan lingkungan, peserta juga melakukan pemilahan sampah secara langsung. Sampah organik, seperti dedaunan, dipisahkan dari sampah anorganik, seperti botol plastik dan kantong plastik. Praktik tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sejak dari sumbernya.

Aksi kolaboratif tersebut tidak hanya membantu menciptakan ruang publik yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pejalan kaki, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa PK mengenai pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan. Keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami praktik pemberdayaan masyarakat, kerja sama lintas sektor, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Pemilahan sampah yang dilakukan sejak dari lokasi kegiatan juga diharapkan dapat mendukung proses pengelolaan dan daur ulang sampah. Dengan demikian, kegiatan kerja bakti tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pembentukan perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui pelaksanaan kerja bakti Jumat pagi secara konsisten, kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat Kota Yogyakarta. Kolaborasi antara institusi pendidikan, Pemerintah Kota Yogyakarta, Dishub, DLH, serta unsur terkait lainnya diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Penulis: Cinta Sari Kamulyaningsih
Editor: Agung Purwa Widiyan