Informasi

UNY PTNBH, JURUSAN BERUBAH MENJADI DEPARTEMEN

Pada Hari Kamis (20/10) 2022, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Badan Hukum Universitas Negeri Yogyakarta.

Seiring dengan bertransformasinya UNY sebagai Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH), maka penyebutan Jurusan turut mengalami perubahan menjadi Departemen. Perubahan tersebut dikukuhkan oleh Rektor UNY dengan menyerahkan Keputusan Rektor tentang Ketua Departemen (Kadep) dan Sekretaris Departemen (Sekdep) kepada 86 dosen di UNY. Secara rinci, 86 dosen tersebut meliputi 9 Kadep dan 9 Sekdep dari FIPP, 8 Kadep dan 8 Sekdep dari FBSB, 5 Kadep dan 5 Sekdep dari FMIPA, 7 Kadep dan 7 Sekdep dari FISHIPOL, 6 Kadep dan 6 Sekdep dari FT, 4 Kadep dan 4 Sekdep dari FIKK, serta 4 KAdep dan 4 Sekdep dari FEB.

Keputusan Rektor tersebut diserahkan oleh Rektor didampingi para Wakil Rektor secara simbolis kepada 14 perwakilan Kadep dan Sekdep pada Senin (09/01/23) di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat UNY. Mengacu pada Keputusan tersebut, maka pengelola jurusan yang semula disebut dengan Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan berubah menjadi Ketua Departemen dan Sekretaris Departemen.

Rektor UNY menyematkan harap pada penyerahan keputusan tersebut, dimana setiap departemen diharapkan untuk bersinergi dalam memberikan layanan kepada civitas akademik, terutama dalam hal transformasi Pendidikan secara lebih efektif dan efisien.

Sumber: https://www.uny.ac.id/id/berita

TIM DOSEN MP MENGISI PELATIHAN PENGUATAN LITERASI INFORMASI PENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI MAGELANG

Rabu (16/11) 2022, Jurusan AP mengirimkan tiga orang dosen untuk memberikan penguatan literasi informasi di Sekolah Dasar yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang. Tiga dosen tersebut terdiri atas Rahmat Fadhli, M.A., Pandit Isbianti, M.Pd., dan Widia Murni Wijaya, M.Pd. Penguatan literasi tersebut dikemas ke dalam forum ilmiah berupa workshop Penguatan Literasi Informasi, yang ditujukan secara khusus bagi pengelola perpustakaan Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangkitkan upaya kreatif pengelola perpustakaan agar mampu mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar yang menarik bagi siswa maupun guru.

Workshop penguatan literasi dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Asisten Pemerintahan dan Kesra Nanda Cahyadi Pribadi, M.Si. Pada pembukaan tersebut Beliau menyampaikan pentingnya perpustakaan sehingga perlu dirawat dan difungsikan sebagaimana mestinya. Untuk itu, diperlukan kegiatan yang mampu meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan agar revitalisasi perpustakaan dapat terwujud dan menjadi pusat belajar yang menyenangkan di sekolah.

Diikuti tidak kurang dari 90 orang pengelola perpustakaan sekolah, kegiatan workshop berlangsung lancar dan penuh antusisme dari para peserta. Pada workshop tersebut peserta dibagi ke dalam tiga kelompok sehingga interaksi antara dosen sebagai fasilitator dengan peserta di dalam kelas cukup intens. Terlebih, workshop tersebut juga menjadi ajang untuk berbagi praktik baik yang pernah dilakukan oleh para peserta. Lebih dari itu, workshop tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan saling membangun semangat antar kolega setelah sekian lama jarang berjumpa karena pandemic Covid-19 yang menuntut pembatasan interaksi yang bersifat fisik. Selama workshop berlangsung, beberapa peserta mengungkapkan keinginan adanya workshop lanjutan yang mengarah pada penyiapan akreditasi perpustakaan sekolah. Setelah berlangsung selama kurang lebih enam jam, workshop ditutup dengan doa Bersama di masing-masing kelas. (Pan)

TIM DOSEN PRODI S1 MP MENGISI WORKSHOP SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SMP IT ABU BAKAR

Sabtu (15/10) Tim dosen Prodi S1 MP yang terdiri atas Ibu Dr. Wiwik Wijayanti, M.Pd. dan Bapak Dr. Heri Supriyana, M.Pd. memberikan materi tentang supervisi pembelajaran kepada Kepala Sekolah SMP dan SMA di bawah naungan konsorsium Yayasan Mulia. Workshop tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah dalam melakukan supervisi pembelajaran kepada guru untuk mendukung kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.

Kegiatan workshop tersebut dibuka oleh Ketua Konsorsium Yayasan Mulia Wilayah Yogyakarta Drs. Ahmad Burhani, M.Si. Melalui sambutannya Bapak Ahmad Burhani menekankan pentingnya kompetensi supervisi bagi kepala sekolah. Dengan kompetensi supervisi, kepala sekolah dapat membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru. Guru yang memiliki kemampuan mengajar yang baik akan dapat mengoptimalkan perkembangan potensi dan kemampuan siswa dalam hal kognitif, afektif maupun psikomotorik serta mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang menginternalisasi serta menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Bertempat di Ruang Multipurpose Masjid Abu Bakar, workshop diikuti oleh kurang lebih dua puluh lima peserta dan berlangsung secara intens namun interaktif. Hal tersebut dirasakan sejak sesi pertama (penyegaran dan penguatan) sampai dengan sesi kedua yang sarat dengan praktik. Pada sesi tersebut, peserta dibagi secara berkelompok sesuai dengan jenjang sekolahnya. Dengan dibagi secara berkelompok, peserta dapat menuangkan gagasan, bertukar pikiran, serta berkolaborasi secara kontekstual untuk menyusun rencana supervisi.

Setelah berlangsung selama empat jam, kegiatan workshop berakhir dan ditutup oleh Binwas BPH Konsorsium Yayasan Mulia Ibu Ulfi Fatkhiyah Mahmud, S.Ag. Sesaat sebelum menutup kegiatan Beliau menyampaikan agar kepala sekolah tidak melupakan materi yang telah dipelajari selama workshop dan menerapkannya secara kontinyu di sekolah masing-masing. Selanjutnya, workshop ditutup dengan doa bersama. (Pan).

TIM DOSEN PRODI SARJANA MP BERKONTRIBUSI DIMASA PANDEMI

Jumat (2/9) Tim Dosen Prodi Sarjana Manajemen Pendidikan melalui Research Group Kepemimpinan berhasil menyusun Buku Panduan Kepemimpinan Kepala Sekolah di Masa Krisis. Tim tersebut digawangi oleh Ibu Dwi Esti Andriani, M.Pd., M.Ed.St., Ed.D dan beranggotakan Bapak Dr. Suyud, M.Pd., Bapak Dr. Slamet Lestari, M.Pd., Ibu Pandit Isbianti, M.Pd., dan Bapak Baiquni Rahmat, M.Pd.

Buku Panduan tersebut hadir sebagai bentuk keprihatinan tim terhadap situasi yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan kepala sekolah mengalami kebingungan dalam menentukan praktik kepemimpinan yang harus dilakukan. Sebagaimana diketahui, Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia sejak awal 2020. Hal tersebut menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya seperti penutupan sekolah, dan dilakukannya pembelajaran dari rumah secara daring atau online. Kapan pandemi akan berakhir, apa yang akan terjadi di esok hari, apa yang akan terjadi di kemudian hari, tidak pernah bisa diprediksi sehingga masa tersebut digambarkan sebagai masa yang penuh dengan ketidakpastian.

Berangkat dari situasi tersebut, tim melakukan riset kepemimpinan kepala sekolah pada masa pandemi Covid-19 dengan melibatkan sejumlah kepala sekolah serta pengawas. Hasil dari riset tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi Buku Panduan Kepemimpinan Kepala Sekolah di Masa Krisis. Buku panduan tersebut telah didiseminasikan kepada Kepala SD di daerah Kecamatan Depok Sleman dan daerah Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis riset, serta telah memperoleh sertifikat HAKI dengan nomor pencatatan 000393694. (Pan)