Informasi

Grand Design Proker HIMA AP 2018 "Rumah Belajar Penuh Cinta"

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Administrasi Pendidikan Prodi Manajemen Pendidikan (MP) semakin progresif. Hal ini nampak dari program kerja HIMA AP yang pada tahun 2018 ini mengusung Grand Design “HIMA AP 2018 menjadi Rumah Belajar Penuh Cinta” dengan memaksimalkan 5 cabang garapan yaitu leader preparation, passion, community, social responsibility, dan networking. Dihadiri oleh pengurus HIMA, mahasiswa dan dosen Prodi MP, rangkaian program kerja HIMA AP disosialisasikan pada Jumat, 16 Maret 2018 di ruang Abdullah Sigit.

Dalam acara ini, Ketua HIMA AP, Wildan Maulana, pertama-tama memperkenalkan para ketua Biro dan Bidang, dilanjutkan dengan sosialisasi program kerja masing-masing biro dan bidang. Wildan menjelaskan bahwa HIMA AP memiliki 2 biro yaitu biro Kesekretariatan dan biro Keuangan dan Anggaran, serta 5 bidang yaitu bidang Kewirausahaan, bidang Komunikasi dan Informasi, bidang Penalaran dan Pengembangan, bidang Minat dan Bakat, dan bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat. Acara sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan program-program HIMA, namun juga untuk mendapat masukan dari para audiens sehingga HIMA AP semakin bersinergi dengan aspirasi warga prodi MP. (WM)

Memantapkan Bekal Kewirausahaan, Prodi Manajemen Pendidikan Gelar Seminar Investor Muda dan Bussines Plan

Bidang Kewirausahaan Hima AP menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) cabang DIY dan PT FAC Sekuritas menggelar Seminar Investor Muda dan Business Plan (SIM-BP) pada Kamis 26 April 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa tentang teknik-teknik memulai usaha, serta mengenalkan mahasiswa dengan dunia pasar modal dan investasi yang selama ini masih cukup asing di telinga.

Dihadiri sekitar  200 peserta, mahasiswa yang hadir tidak hanya berasal dari Prodi Manajemen Pendidikan FIP UNY namun juga dari prodi-prodi lain di UNY. Antusiasme peserta tidak hanya nampak dari penuhnya ruang Abdullah Sigit, namun juga banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada ketiga pembicara, yaitu 1) Kepala BEI cabang DIY Irfan Noor Riza, 2) Branch Manager PT FAC Sekuritas, Heri Gunawan Muhamad, S.IP., CES, dan 3) pengusaha muda yang juga alumni Prodi Manajemen Pendidikan UNY, Bisma Putra Aprilianta yang bergerak di bidang katering.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Prodi MP, Rahmania Utari, M.Pd. mengungkapkan pentingnya mahasiswa pada era sekarang ini untuk memiliki bekal kewirausahaan sehingga kelak mampu berdikari dan menciptakan lapangan kerja tidak hanya bagi diri sendiri namun juga orang lain. Wildan selaku Ketua HIMA menuturkan bahwa dengan mengikuti seminar ini wawasan mahasiswa MP tentang dunia usaha dan pasar modal semakin terbuka.

Lebih jauh lagi, seminar ini tidak hanya mengajarkan para peserta tentang bagaimana menabung saham dan menyusun business plan, namun juga nilai-nilai dan etika bisnis sebagaimana yang disampaikan Heri Gunawan selaku Branch Manager PT. FAC Sekuritas dalam paparannya tentang investasi di pasar modal secara syariah. (RU)

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN; HIMA AP MAKIN PRODUKTIF

Kehidupan kampus dapat memberikan pengalaman berlimpah pada mahasiswa tidak hanya melalui perkuliahan, namun juga melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Salah satu tantangan mahasiswa yang giat mengelola organisasi kemahsiswaan adalah manajemen waktu antara tugas akademik dan kegiatan organisasi mahasiswa. Hal ini disinggung oleh salah satu pembicara pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Upgrading, Imam Basuki Rohmat. Bertempat di Omah Noto Plankton 2 pada tanggal 24-25 April 2018, HIMA AP 2018 menyelenggarakan Latihan Dasar dan Kepemimpinan yang juga dihadiri oleh para dosen Prodi MP, salah satunya Ibu Pandit Isbianti selaku dosen pendamping kemahasiswaan.

Dalam acara yang dihadiri oleh 58 orang ini, dosen pendamping kemahasiswaan berpesan bahwa pengurus HIMA adalah ujung tombak dari teman-teman anggota HIMA yang lain. Pengurus HIMA AP harus mampu mengajak dan memberi contoh kepada para anggota yang lain untuk terus aktif dalam semua kegiatan baik akademik maupun non akademik. Dalam kesempatan yang sama, untuk mengembangkan kemampuan berpikr kritis, panitia juga menghadirkan Abdullah Sujono, S.Pd, salah seorang mantan aktivis FIP UNY. Pembicara tersebut memaparkan mengenai pentingnya berpikir kritis (Critical Thinking) dalam menghadapi arus globalisasi, serta menjadikan critical thinking sebagai bekal menghadapi rekonstruksi mental akibat media masa dewasa ini.

Para peserta pelatihan nampak sangat antusias dan memiliki kesan tersendiri atas pelatihan ini. Yosa mengungkapkan bahwa ragam kegiatan dalam pelatihan ini cukup bervariasi, tidak hanya pemaparan materi, namun juga diisi dengan aktrivitas olahraga dan games outbond yang membuat para peserta merasa bersemangat mengikuti keseluruhan kegiatan. Novrizal selaku pengurus HIMA AP berharap agar moment pelatihan ini dapat meningkatkan keakraban diantara pengurus HIMA AP sekaligus bermanfaat untuk membangkitkan kepekaan sosial dan menstimulasi kreativitas supaya program kerja HIMA AP dapat lebih kaya produktif. (Fauza Noor)

KULIAH LAPANGAN PRODI MP DI BPKP

Untuk meningkatkan relevansi Prodi Manajemen Pendidikan, 35 mahasiswa angkatan tahun 2015 B mengunjungi kantor pusat BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pengembangan, Jakarta. Didampingi dua dosen; Tina Rahmawati, M.Pd dan Pandit Isbianti, M.Pd. acara berlangsung dengan menarik dan mahasiswa nampak serius mendengarkan pemaparan dari Kepala Biro Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPKP, Catur Imam Pratigno.

Ratna selaku Humas BPKP menjelaskan tentang profil BPKP dan perannya dalam sektor pendidikan, yaitu melakukan pengawasan terhadap DAK (Dana Alokasi Khusus) yang menjadi sumber pembiayaan pendidikan. Terkait dengan pengelolaan diklat pegawai di lingkungan BPKP, Moch Fahrudin, S.E. M.Acc selaku Kabid P3JFA Pusdiklatwas BPKP memaparkan tentang berbagai program dan proses diklat yang didalamnya membutuhkan keterampilan mendesain dan menyelenggarakan diklat sampai evaluasinya.

Mahasiswa dan dosen Prodi MP FIP UNY sangat terkesan atas pelayanan BPKP. Acara kunjungan tidak hanya diisi dengan paparan materi namun juga diselingi dengan kuis dan permainan sehingga semua peserta merasakan atmosfer serius tetapi santai. Secara nyata, mahasiswa bukan hanya menimba ilmu dari pengelolaan diklat di BKPK, namun juga belajar banyak atas pelayanan prima yang disuguhkan BPKP.

KEMITRAAN PRODI S1 MANAJEMEN PENDIDIKAN FIP UNY DENGAN LPPKS DALAM PENGUATAN KEPALA SEKOLAH

(Surakarta, 22 November 2017). Bertempat di gedung LPPKS yang beralamat di Desa Jatikuwung Gondangrejo Karanganyar, Jawa Tengah , FIP UNY yang digawangi oleh Prodi S1 Manajemen Pendidikan bersama Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., menandatangani surat perjanjian kerjasama/ nota kesepahaman sehingga ke depan UNY menjadi salah satu mitra LPPKS dalam hal penyelenggaraan diklat dan seleksi serta penguatan kepala sekolah di Indonesia. Dengan demikian UNY akan berperan sebagai Lembaga Pelaksana Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (LPPPCKS) yang disupervisi oleh LPPKS. Sebagaimana tercantum dalam PP Mendiknas no 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, syarat menjadi kepala sekolah/madrasah adalah memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah agar dapat memberikan legalitas kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Hal ini menjadi tugas LPPKS yang dilakukan bersama mitranya yaitu LPPPCKS.

LPPKS selaku leading sector  dalam pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah menaruh harapan agar FIP UNY kelak menjadi mitra tangguh sehingga dapat melatih kepala sekolah dan memberikan rekomendasi calon kepala sekolah kepada stakeholder yang membutuhkan. Sebagai salah satu tahap persiapan menuju pembentukan LPPPCKS di UNY, sejumlah dosen UNY akan dilatih oleh LPPKS agar siap menjalankan perannya baik sebagai trainer maupun asesor calon kepala sekolah.

Dalam pertemuan antara ketua prodi S1 Manajemen Pendidikan , Dr. Wiwik Wijayanti, M.Pd. dengan Prof. Nunuk Suryani, M.Pd., juga disampaikan peluang dan tantangan berdasarkan pengalaman lembaga-lembaga yang selama ini telah bermitra dengan LPPKS. Sampai dgn akhir tahun 2017, LPPKS baru menerbitkan 40 ribu sertifikat calon kepala sekolah, dan di sisi lain baru 57% calon kepala sekolah yg sudah diangkat oleh pemerintah daerah. Sosialisasi dan kerjasama antara LPPPCKS dengan pemerintah daerah seluruh Indonesia wajib ditingkatkan dalam hal ini.