Informasi

Prodi MP FIP UNY Menerima Kunjungan Lapangan dari Universitas Negeri Malang

Salah satu kegiatan kurikuler untuk menunjang kompetensi mahasiswa adalah kunjungan lapangan. Begitu juga dengan apa yang dilakukan Erika dan kawan-kawan pada Jum'at 20 oktober 2017. Bersama dengan enam orang lainnya dari Prodi S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang, Erika mengunjungi Prodi S1 MP UNY untuk mengetahui praktek tata kelola lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi pada level prodi.

Dalam pemaparannya, pengurus Prodi menjelaskan tentang profil prodi MP dan pengelolaannya antara lain perihal visi misi, pengembangan kurikulum, manajemen SDM, kemahasiswaan dan kepemimpinan prodi. Salah satu keunggulan UNY adalah dalam raihan prestasi mahasiswa. Hal ini menjadi ketertarikan para peserta kuliah praktek lapangan dari Universitas Negeri Malang untuk mengunjungi UNY.

Pertanyaan yang juga diajukan oleh tetamu adalah bagaimana upaya prodi MP meningkatkan relevansinya dengan dunia kerja. Dalam penjelasannya, Ketua Prodi MP, Dr. Wiwik Wijayanti memaparkan beberapa upaya dalam hal tersebut salah satunya adalah dengan tracer study dan melibatkan stakeholder dalam pengembangan kurikulum.

MAHASISWA UNY KEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL INKLUSIF (RITRASIF)

Pendidikan sepatutnya diselenggerakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak deskriminatif. Setidaknya amanah itulah yang tertera dalam UU sisdiknas Indonesia. Amanah itu pulalah yang menghantarkan keempat mahasiswa FIP , Muhamad Nur Chozin (MP), Retno (MP, Trijoko (KP), dan Sayidatul Maslahah (PLB) ciptakan media pembelajaran pengembangan tari tradisional (Ritrasif).

Keempat mahasiswa yang tergabung dalam kelompok PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) tesebut ciptakan media pembelajaran inklusif yaitu media pembelajaran yang dapat digunakan oleh siswa Sekolah Dasar kelas 5 dengan berbasis inklusif. Media pembelajaran ini berangkat dari permasalahan dan potensi yang dimiliki oleh negara Indonesia yakni rendahnya media yang dapat memfasilitasi ABK di tengah-tengah kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, hal ini juga sesuai dan relevan dengan tujuan dari SDGs (Sustainable Development Goals). Satu dari 17 tujuan yang hendak dicapai yaitu menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.

Media pembelajaran ini berbasis aplikasi flash yang dapat digunakan di komputer dan telah diujikan di SDN 1 Gejayan yang merupakan salah satu SD inklusi di Yogyakarta. Fungsi utama dari media pembelajaran ini adalah mengajarkan tari tradisional Indonesia yang telah disesuaikan dengan kemampuan ABK sehingga dapat dipelajari dan ditarikan oleh anak dengan hambatan yang berbeda-beda.

Muhamad Nur Chozin (MP) menuturkan bahwa pembuatan media diawali dengan analisis kebutuhan, mendesain media, mengembangkan media, dan melakukan uji coba. Ia menuturkan bahwa keunggulan dari media ini adalah bersifat inklusif sehingga dapat digunakan oleh ABK. Retno (MP) menceritakan bahwa dalam proses uji coba, anak-anak SDN 1 Gejayan nampak antusias untuk menggunakan media pembelajaran Ritrasif ini. Retno pun berharap bahwa media pembelajaran yang mereka kembangkan dapat menghindari kondisi deskriminasi terhadap ABK dalam dunia pendidikan dan dapat melestarikan budaya Indonesia.(chozin)

The Stadium Generale “Improving the Quality of Management to Achieve School Effectiveness”

Sekolah yang efektif membutuhkan manajemen yang berkualitas, baik dari sumber daya manusianya maupun dari fasilitasnya. Berhubungan dengan hal itu, maka Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan sebuah acara “Stadium General” dengan Tema The Stadium General “ Improving The Quality of Management to Achieve School Effectiveness”. Acara Stadium General ini berlangsung pada hari Jumat, 12 Mei 2017 Pukul 09.00-11.30 WIB, bertempat di Abdullah Sigit FIP UNY. Pembicara dalam acara ini adalah Prof. Dr. Muhammad Faizal Bin A. Ghani. Acara ini diikuti oleh 100an Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta khususnya Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Administrasi Pendidikan, Prodi Manajemen Pendidikan.

Dalam acara ini Prof. Dr. Muhammad Faizal Bin A. Ghani menjelaskan tentang kondisi sekolah dan sistem pendidikan di Malaysia, bagaimana penerapan proses belajar mengajar yang ada di Malaysia, cara untuk meningkatkan kualitas manajemen yang digunakan dalam mencapai efektivitas sekolah. Selain itu menjelaskan langkah-langkah ke arah dasar pendidikan kebangsaan, dan masih banyak lagi. Sehingga dengan diadakannya Stadium General ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen yang berkualitas untuk mencapai sekolah yang efektif. Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan sangat antusias dan beremangat dalam mengikuti rangkaian acara Stadium General ini, selain untuk menambah informasi dan ilmu, Mahasiswa juga ingin mengetahui kondisi sekolah dan sistem pendidikan yang ada di Malaysia agar bisa untuk membandingkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. (desij)

Kegiatan Manajemen Pendidikan Cendekia HIMA Administrasi Pendidikan 2017

HIMA Administrasi Pendidikan menyelenggarakan kegiatan Manajemen Pendidikan Cendekia (MPC) pada tanggal 07 April 2017 yang bertempat di Ruang Kuliah 4 Fakultas Ilmu Pendidikan. Sesuai dengan tema “Melalui Budaya Literasi Wujudkan Mahasiswa Berpreatasi”, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan kepenulisan, mengembangkan potensi dan meningkatkan semangat mahasiswa dalam berprestasi di bidang kepenulisan.

Agenda MPC dimulai dengan sambutan dari Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan dan ketua panitia. Acara selanjutnya yaitu penyampaian materi yang diisi oleh dua orang pembicara yang berbakat dalam bidang kepenulisan. Pembicara yang pertama yaitu Ridwan Budiyanto yang membahas mengenai karya tulis Penelitian. Kemudian disusul dengan pembicara kedua yaitu Yonatan Yolius Anggara yang membahas mengenai karya tulis non-penelitian.

Acara ini ditutup dengan diskusi dengan pembagian ruang diskusi yang berbeda bagi peminat penelitian dan non-penelitian. Setelah pembagian ruangan, kemudian peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok terdapat mentor yang mendampingi peserta untuk membuat karya. Selain mentor, pembicara juga ikut membantu para mentor dalam pendampingan peserta. Acara ini dihadiri oleh 56 mahasiswa aktif Manajemen Pendidikan. Para peserta terlihat sangat antusias dalam pelaksanaan acara dari awal hingga penutup acara. (sukmadpp)

WORKSHOP PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL PROSIDING TERINDEKS THOMSON REUTERS

Selasa (4/4) Untuk membekali Peserta YICEMAP (Yogyakarta International Conference on Educational Management/Administration and Pedagogy) yang diadakan bulan Mei mendatang, supaya paper yang dibuat dapat lolos seleksi dalam prosiding terindeks Thomson Reuters, Jurusan Manajemen Pendidikan FIP UNY menggelar acara Workshop Pelatihan Penulisan Artikel Prosiding Terindeks Thomson Reuters. Diadakan di Ballroom Hotel UNY, acara ini diikuti 72 peserta dari UNY, UKDW, UIN Sunan Kalijaga, UIN Sunan Gunung Jati, STMIK Akakom, Sanata Dharma, ITS, IAIN Surakarta, Undaris, Universitas Islam Nahdhatul Ulama Jepara, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Satya Wacana Salatiga, dan UAD.

Workshop diisi oleh 2 orang narasumber yang merupakan dosen dari UNY, yaitu Moh. Khoirudin, Ph.D. dan Setyabudi Indartono, Ph.D. Sesuai Kemristekdikti no 20 tahun 2017: Mahasiswa Ph.D. harus ada dua paper yang terindeks Internasional dan bereputasi. Misalnya EBSCO, Scopus dan yang tertinggi adalah Thomson Reuters.

Khoirudin menjelaskan beberapa cara agar karya dapat terpublish antara lain Simple idea (sampaikan ide sesederhana mungkin), Clear explanation (jelaskan atau uraikan sejelas mungkin) Eksplorasi menyeluruh, Eksperimen menyeluruh (pengambilan data dilakukan secara riil dari lapangan) dan melihat apa yang semua orang lihat (berpikir tidak seperti yang orang pikirkan).

Setyabudi menambahkan bahwa Artikel yang bagus adalah artikel yang mudah dipahami oleh pembaca. Hal yang perlu diperhatikan antara lain Konten yang useful (bermanfaat) & exciting (menarik).”Abstrak merupakan bagian yang paling penting , informatif, ada reflect ke bagian penting tulisan, merupakan bagian yang paling menarik bagi pembaca, quick idea (memberikan ide bagi pembaca untuk memberikan ide-ide tulisan), dan memberikan kesimpulan yang singkat,” papar Setyabudi, lanjutnya,” Jika akan menulis artikel, maka kenalkan dulu hasil, judul harus menarik (memiliki nilai jual), informatif, tidak labih dari dua baris, tidak mengandung singkatan (akronim/abbreviation), mempunyai signifikansi impact (sehingga menjadi sering disitasi), tidak mengarah pada tempat (lokal) karena di metode sudah akan muncul dan judul tidak mengandung tanda baca & angka.” tambah Setyabudi lagi. (pan/ant)